Selasa, 22 November 2011

Materi Kuliah

DIKTAT KULIAH 
TEORI EKONOMI MIKRO I

Oleh : 
 MUKHLIS, S.E. 

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) BIMA
2011  



BAB I  PENDAHULUAN  

Tujuan Instruksional Umum (TIU):
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami tentang pengertian dan ruang  lingkup dari ekonomi mikro serta tujuan dari pembelajaran ekonomi mikro. 
Tujuan Instruksional Khusus (TIK):
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menggunakan secara benar istilah, pengertian dan konsep ekonomi, merumuskan arti ilmu ekonomi, menghubungkan teori ekonomi dengan dunia nyata, aplikasi pengertian biaya kesempatan peranan permasalahan dasar ekonomi dan pemecahannya dalam konteks sistem ekonomi 

Sub Pembahasan : 
 Ruang lingkup ilmu ekonomi
 Definisi dan perkembangan singkat ilmu ekonomi
 Permasalahan pokok ilmu ekonomi (Sadono, Dominik) 
 Kebutuhan masyarakat
 Variabel-variabel dalam ilmu ekonomi
 Perbedaan mikroekonomi dengan makroekonomi
 Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi  

Pengantar ekonomi mikro mempelajari tentang kegiatan suatu pasar barang, bagaimana caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien, agar kemakmuran rakyat dapat dimaksimumkan. Secara umum, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat produksi, harga dan hubungan perdagangan. Oleh karena itu pengantar ekonomi mikro mencakup beberapa hal, antara lain : Ruang Lingkup dan Definisi Ilmu Ekonomi, Teori Harga dan Aplikasinya, Teori Perilaku Konsumen, Teori Produksi dan Biaya Produksi, Struktur Pasar, Menentukan Harga Faktor Produksi, Mekanisme Pasar dan Kebijakan Pemerintah

RUANG LINGKUP ILMU EKONOMI 
Ilmu ekonomi merupakan bidang disiplin yang kurang jelas batasan–batasannya, karena mencakup terlalu banyak hal. Batasan selalu berubah–ubah, dan definisi yang digunakan pun sering merupakan subjek yang kontroversial sifatnya. Setiap orang menafsirkannya berbeda–beda, bahkan sesama ahli ekonomi pun sering dijumpai ketidaksepakatan. Pada dasarnya semua orang terlibat dalam kegiatan ekonomi, jadi setiap orang perlu mempelajari ilmu ekonomi baik secara formal maupun non formal. Di Universitas/Pendidikan Tinggi, pengajaran ilmu ekonomi dibagi 3 yaitu: a. Ilmu ekonomi teori atau ilmu ekonomi murni al : - Pengantar Ekonomi - Teori Ekonomi Makro - Teori Ekonomi Mikro b. Ilmu Ekonomi Terapan al : - Ekonomi Internasional - Ekonomi Pertanian - Ekonomi Tehnik - dll c. Kelompok yang bersifat penunjang al : - Matematika - Statistika

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN SINGKAT ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Definisi ilmu ekonomi setiap ekonom pada dasarnya sama yaitu meliputi scarcity (kelangkaan), kemakmuran dan kepuasan. Sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya bermula sejak tahun 1776, setelah Adam Smith (ekonom Inggris) menerbitkan buku berjudul “An Into the Nature and Causes of the Wealth of Nation”.
Menurut Profesor P. A. Semuelson, ilmu ekonomi adalah :
“Suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumen, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat”.
Dengan demikian persoalan pokok yang diterangkan dalam analisis ekonomi pada hakekatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan : bagaimana caranya menggunakan sumber-sumber daya atau pendapatan tertentu agar penggunaan tersebut dapat memberikan kepuasan dan kemakmuran yang maksimum kepada individu dan masyarakat.
Perkembangan ilmu ekonomi sudah dimulai oleh ARISTOTELES (350 SM) dan baru menjadi disiplin ilmu tersendiri sejak tahun 1776 dengan pelopor ADAM SMITH. Sedang ilmu ekonomi mikro yang kita kenal sekarang dirintis pengembangannya oleh ALFRED MARSHAL dalam tahun 1870-an dengan bukunya : "Principle of Economics".
Dari definisi di atas dapat dikutip kesimpulan :
Pertama, Sumber pemuas manusia itu terbatas adanya, sebab kebutuhan itu sendiri relatif jumlahnya. Tidak ada manusia yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Kedua, bagaimana cara yang terbaik untuk menetapkan pikiran diantara berbagai alternatif yang ada dengan mengamati aktivitas dan interaksi di antara “Economic Agents “ (Yaitu konsumen, produser, dan pemerintah). 

PERMASALAH POKOK ILMU EKONOMI
Masalah pokok perekonomian adalah masalah kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidakseimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas.
Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Sehingga masalah ekonomi dapat dibagi tiga persoalan pokok, yaitu :
a. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi.
b. Menentukan cara barang diproduksi.
c. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi. 

KEBUTUHAN MASYARAKAT 
Apabila kita amati kegiatan di pagi hari, kita melihat hampir seluruh warga masyarakat berangkat menuju tempat kerja untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Pegawai menuju ke kantor, pedagang ke pasar, ke toko atau siap menjajakan dagangannya, petani membajak sawah, dan banyak lagi kegiatan masyarakat lain. Mereka sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk hidup pantas, memang banyak sekali yang kita butuhkan. Tentunya tidak hanya makanan, pakaian, tempat tinggal, masih banyak lagi yang lain, misalnya: buku, obat-obatan, alat transportasi, TV dan lain-lain. Kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Dimana keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan 2 bentuk, yaitu :
1. Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli (permintaan efektif).
2. Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli

Macam-Macam Kebutuhan
Kebutuhan manusia banyak dan beraneka ragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya sejalan dengan perkembangan peradaban dan kemajuan ilmu dan teknologi. Satu kebutuhan telah Anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan yang lainnya. Namun demikian, kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut:
1. Kebutuhan menurut intensitasnya 
Kebutuhan ini dipandang dari segi urgensinya, atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan.
Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi tiga: kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier.
* Kebutuhan Primer: kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi agar kita tetap hidup, seperti kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
* Kebutuhan Sekunder : kebutuhan ini disebut juga kebutuhan kultural, kebutuhan ini timbul bersamaan meningkatnya peradaban manusia seperti: pendidikan, tamasya, olah raga, dll.
* Kebutuhan Tertier : kebutuhan ini ditujukan untuk kesenangan manusia, seperti kebutuhan akan perhiasan, mobil mewah, rumah mewah, dsb. Dewasa ini banyak barang yang semula dipandang mewah, sekarang telah digolongkan menjadi kebutuhan sekunder, seperti: pesawat TV, telepon, dan komputer. Demikian juga untuk pendidikan dan kesehatan telah digolongkan menjadi kebutuhan primer, mengingat kebutuhan ini sangat mendesak dan penting bagi kehidupan manusia.
2. Kebutuhan menurut sifatnya
Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani.
* Kebutuhan jasmani, contohnya: makanan, pakaian, tempat tinggal, dsb.
* Kebutuhan rohani, contohnya: musik, menonton bola, ibadah, dsb.
3. Kebutuhan menurut waktu
Kebutuhan ini dibedakan menurut waktu sekarang dan waktu masa yang akan datang.
* Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, seperti: makan di saat lapar, atau obat-obatan pada saat sakit.
* Kebutuhan masa depan, yaitu pemenuhan kebutuhan yang dapat ditunda untuk waktu yang akan datang, misalnya: tabungan hari tua, asuransi kesehatan, dsb.
4. Kebutuhan menurut wujud
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Misalnya: buku, sepeda, radio, dsb.
5. Kebutuhan menurut subyek 
Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak-pihak yang membutuhkan. Kebutuhan ini meliputi :
* Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya: kebutuhan petani berbeda dengan kebutuhan seorang guru.
* Kebutuhan masyarakat, disebut juga kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama, yaitu alat pemuas kebutuhan yang digunakan bersama, misalnya: telepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman, dsb.  

Jenis-Jenis Barang
1. Barang Ekonomi:
Barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya (contoh : beras, makanan, barang hasil industri). Barang ekonomi juga dapat dibedakan barang konsumsi (contoh : makanan, pakaian, sepeda motor dll) dan barang modal (contoh : mesin, peralatan, bengkel, bangunan dll).
2. Barang Cuma-Cuma:
Barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan produksi (contoh : udara, sinar matahari, air hujan dll). 

VARIABEL-VARIABEL DALAM ILMU EKONOMI
Setiap teori mempunyai 4 unsur penting, yaitu :
1. Variabel-Variabel
Variable adalah suatu faktor atau besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan dan merupakan unsur yang penting dalam setiap teori. sifat variabel dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Variabel endogen, yaitu variabel yang sifatnya diterangkan dalam teori tersebut.
b. Variabel eksogen, adalah variabel yang mempengaruhi variabel endogen, tetapi ia ditentukan oleh faktor-faktor yang berada di luar teori tersebut.
2. Asumsi
Membuat asumsi atau pemisalan-pemisalan merupakan salah satu syarat penting dalam membuat teori dalam ilmu sosial, karena tanpa asumsi sangat sulit untuk menjelaskan sifat-sifat perhubungan diantara berbagai variabel. Dengan demikian teori harus membuat penyederhaan atas kejadian yang sebenarnya dalam masyarakat, penyederhaan tersebut dilakukan dengan membuat pemisalan/asumsi. Pemisalan tersebut dikenal dengan ceteris paribus (bahasa latin : hal-hal lain tidak mengalami perubahan)
3. Hipotesis
Hipotesis yaitu suatu pernyataan yang menggambarkan keadaan yang pada umumnya, dengan demikian tidak seratur persen benar, akan terdapat sifat hubungan diantara variabel yang berbeda dengan hipotesis yang dibuat. Hipotesis juga suatu pernyataan mengenai bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain. Sifat hubungan ini dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu : a. Hubungan langsung, yaitu keadaan dimana perubahan nilai-nilai variabel yang dibicarakan bergerak ke arah yang bersamaan. b. Hubungan terbalik, yaitu apabila nilai-nilai variabel yang dibicarakan bergerak ke arah yang bertentangan.
4. Membuat Ramalan
Teori ekonomi dapat pula meramalkan keadaan yang akan berlaku. Peramalan tersebut dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian. 

PERBEDAAN MIKROEKONOMI DENGAN MAKROEKONOMI 
1. Teori Mikroekonomi
Adalah suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian dan isu pokok yang dianalisis adalah bagaimana caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus). Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar. Analisis dalam teori ekonomi mikro dibuat berdasarkan pemikiran bahwa : a. Kebutuhan dan keinginan manusia adalah tidak terbatas. b. Kemampuan faktor-faktor produksi menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat adalah terbatas. Gambar : Distribusi Sumber Daya
2. Teori Makroekonomi
Adalah suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis bersifat umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Ekonomi makro membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut. Jadi dalam teori ekonomi makro : a. Analisis kegiatan pembeli (konsumen) yang dianalisis bukan perilaku seorang pembeli, tetapi keseluruhan pembeli yang ada dalam perekonomian. b. Analisis perilaku produsen yang dianalisis bukan perilaku seorang produsen, tetapi kegiatan keseluruhan produsen yang ada dalam perekonomian. 

PELAKU-PELAKU KEGIATAN EKONOMI
1. Rumah Tangga
Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian, sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan, barang-barang model, kekayaan alam dan harta tetap lainnya.
2. Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan mereka dalam perekonomian ialah mengorganisasikan faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga kebutuhan rumah tangga berupa barang dan jasa dapat diproduksi dengan sebaik-baiknya. 3. Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi, termasuk didalamnya adalah departemen pemerintah, badan yang mengatur penanaman modal, bank sentral, pemerintah daerah, angkatan bersenjata dan sebagainya.




BAB II  HUKUM PERMINTAAN  

Tujuan Instruksional Umum (TIU):
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami dan menjelaskan pengertian permintaan dan penawaran, keseimbangan pasar.
Tujuan Instruksional Khusus (TIK):
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat mengerti skedul dan kurva serta hokum permintaan, dapat menjelaskan fungsi permintaan individual dan permintaan pasar serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, memahami perubahan permintaan dan fungsi-fungsi permintaan.

Sub Pembahasan : 
 Teori permintaan 
 Kurva Permintaan 
 Hukum permintaan 
 Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan

Interaksi antara pembeli dan penjual di pasar akan menentukan tingkat harga barang dan jumlah barang yang diperjual belikan di pasar. Selanjutnya muncul teori permintaan (demand) dan teori penawaran (supply), dimana teori permintaan menerangkan tenang sifat permintaan para pembeli terhadap suatu barang, sedangkan teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan suatu barang yang akan dijualnya. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan penawaran oleh penjual, maka dapat ditujukan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual dalam menentukan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah barang yang akan diperjual belikan. Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana. 

TEORI PERMINTAAN 
Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga. Faktor-faktor terpenting dalam penentuan permintaan antara lain:
- Harga barang itu sendiri.
- Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
- Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
- Cita rasa masyarakat.
- Ramalan mengenai keadaan masa yang akan datang.
Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa “permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harganya”. Oleh sebab itu dalam teori permintaan yang terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut. Analisis tersebut diasumsikan bahwa “faktor-faktor” lain tidak mengalami perubahan” atau ceteris paribus. Dengan demikian, bila harga suatu barang meningkat, maka kuantitas (jumlah) barang yang diminta akan berkurang atau menurun, dengan asumsi ceteris paribus berlaku. Apabila dinyatakan dalam tabel, "permintaan" dapat dimisalkan sebagai berikut : Tabel 2.1. Perubahan Permintaa Barang

 Harga barang (Rp)             Jumlah barang yg diminta (unit)             Titik korespondensi
          100                                                    10                                                   A
          110                                                      8                                                   B
          120                                                      6                                                   C
          150                                                      1                                                   D

Apabila dinyatakan dalam bentuk grafis, tabel di atas dalam diagram sbb :
Gambar 2.1. Kurva Permintaan

                                          
                                                               
                                                   










Apabila dinyatakan dalam bentuk matematis dapat ditulis :
Qd = f(H, Hs, Hk, Y, t)
dimana :
Qd = Jumlah barang yang diminta
H   = Harga barang yang bersangkutan
Hs = Harga barang substitusi
Hk = Harga barang komplementer
Y   = Pendapatan konsumen\
t    = Selera (taste), biasanya faktor ini dihilangkan karena sulit untuk diukur secara kuantitatif.
Rumusan tersebut dapat dibaca sbb:
Jumlah barang tertentu yang diminta tergantung atas tingkat harga barang tersebut, harga barang lain yang bersifat substitusi, tingkat harga barang lain yang bersifat komplementer, pendapatan konsumen dan selera. Keunggulan pendekatan matematis dibanding dengan grafis yaitu tidak diharuskan pernyataan ceteris paribus.

HUKUM PERMINTAAN 
Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakekatnya adalah hipotesis yang menyatakan “makin rendah harga suatu barang, maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut dan sebaliknya makin tinggi harga suatu barang, maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut”. Jumlah permintaan dan tingkat harga memiliki hubungan seperti tersebut karena : • Kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti terhadap barang yang mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, apabila harga turun, maka orang mengurangi pembelian terhadap barang lain yang sama jenisnya dan menambah pembelian terhadap barang yang mengalami penurunan harga. • Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil para pembeli berkurang, pendapatan yang merosot tersebut memaksa para pembeli untuk mengurangi pembelian terhadap berbagai jenis barang terutama barang yang mengalami kenaikan harga.  

PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PERMINTAAN 
Dalam kenyataan banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis mengenai teori permintaan, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan, antara lain :
1. Harga Barang Lain
• Barang Pengganti.
• Barang Pelengkap.
• Barang Netral.
2. Pendapatan Para Pembeli
• Barang Inferior.
• Barang Esensial.
• Barang Normal.
• Barang Mewah.
3. Beberapa faktor Lainnya.
• Distribusi Pendapatan.
• Cita Rasa Masyarakat.
• Jumlah Penduduk.
• Ekspektasi Tentang Masa Depan. 



BAB III  HUKUM PENAWARAN  


Tujuan Instruksional Umum (TIU): 
Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami dan menjelaskan pengertian permintaan dan penawaran, keseimbangan pasar. 
Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat mengerti skedul dan kurva penawaran dalam implikasi produsen individual maupun pasar produsen, dapat menjelaskan perubahan penawaran dan factor yang mempengaruhinya, mampu menganalisis keseimbangan pasar konsumen pada tingkat harga dan kuantitas keseimbangan (ekuilibrium).
Sub Pembahasan :
 Teori Penawaran 
 Hukum penawaran 
 Kurva penawaran
 Pengaruh faktor bukan harga terhadap penawaran
 Ekuilibrium 

TEORI PENAWARAN 
Permintaan hanya akan terpengaruhi bila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan. Hal ini akan mempengaruhi tingkah laku penjual dalam menyediakan atau menawarkan barang-barang yang diperlukan masyarakat di pasar serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan penawaran barang yang akan dijual.
Faktor-faktor terpenting dalam penentuan penawaran antara lain :
- Harga barang itu sendiri.
- Harga barang-barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
- Biaya produksi.
- Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
- Tingkat teknologi yang digunakan.
Dalam analisis mengenai penawaran akan dilakukan analisis satu per satu faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran. Dengan memisalkan faktor-faktor lain dianggap tetap (ceteris paribus), maka analisis yang utama adalah “penawaran suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga (ada hubungan tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan penjual)”
Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga.
Hukum penawaran menyatakan : bila harga sesuatu barang meningkat, maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya. Sebaliknya, jika harga turun, produsen cenderung akan mengurangi jumlah barang yang dijual. Secara tabel penawaran dapat dimisalkan sbb :
Tabel 3.1. Penawaran Barang

Harga barang (Rp)             Jumlah barang yg ditawarkan (unit)             Titik korespondensi          150                                                    12                                                      A
          120                                                      8                                                      B
          110                                                      6                                                      C
          100                                                      2                                                      D


Secara grafis kurva penawaran dapat digambarkan sbb :
Gambar 3.1.








Kurva Penawaran Secara matematis, fungsi penawaran dapat ditulis sbb:
Qs = f(H1, H2, B, t)
dimana :
Qs : jumlah barang yang ditawarkan
H1 : harga barang yang ditawarkan
H2 : harga barang lain
B   : budget (anggaran)
t     : teknologi 

HUKUM PENAWARAN
Dalam hukum penawaran dijelaskan bahwa suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual. Jadi hukum penawaran pada hakekatnya adalah hipotesis yang menyatakan “makin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan. 

PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PENAWARAN 
Dalam kenyataan banyaknya penawaran terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis mengenai teori penawaran, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting lainnya dapat mempengaruhi penawaran, antara lain :
- Harga Barang Lain
Apabila terjadi kenaikan harga pada barang lain, konsumen akan membeli barang yang mempunyai fungsi yang sama dengan harga yang terjangkau, kenaikan permintaan ini akan mendorong produsen untuk menaikan produksi dan penawarannya.
- Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi
Kenaikan pengeluaran faktor produksi (biaya produksi) akan berakibat mengurangi keuntungan suatu perusahaan, sehinga mereka akan melakukan efisiensi atau pindah ke usaha lain. Tindakan ini dapat mengurangi penawaran dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu.
- Tujuan-Tujuan Perusahaan
Tujuan-tujuan yang berbeda dari setiap perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, menimbulkan efek yang berbeda terhadap tingkat produksi. Dengan demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya bila terjadi perubahan dalam tujuan yag ingin dicapai perusahaan.
- Tingkat Teknologi
Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang sangat pesat dapat disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Penggunaan teknologi dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktifitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru, sehingga menimbulkan efek : produksi dapat ditambah dengan cepat dan biaya semakin murah. Jadi kemajuan teknologi dapat menimbulkan kenaikan penawaran. 

PERUBAHAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN SECARA SENDIRI-SENDIRI
- Efek Pertambahan Permintaan Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dan barang yang dijualbelikan bertambah.
- Efek Pertambahan Penawaran Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana kenaikan penawaran menyebabkan harga turun dan barang yang dijual belikan bertambah.
- Efek Pengurangan Permintaan Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana pengurangan permintaan menyebabkan harga turun dan barang yang dijualbelikan berkurang.
- Efek Pengurangan Penawaran Perubahan menyebabkan keadaan keseimbangan berpindah, dimana pengurangan penawaran menyebabkan harga naik dan barang yang dijual belikan berkurang. 

PERUBAHAN PERMINTAAN ATAU PENAWARAN SECARA SERENTAK 
Beberapa kemungkinan :
• Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama, yaitu sama-sama mengalami kenaikan atau penurunan.
• Perubahan mungkin berlaku ke arah yang berlawanan, yaitu permintaan turun tetapi penawaran bertambah atau sebaliknya.
• Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran, maka tingkat harga tidak berubah.
• Apabila pertambahan permintaan kurang dari perambahan penawaran harga akan merosot.
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran. 

KESEIMBANGAN (EQUILIBRIUM) PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Keseimbangan antara Permintaan dan Penawaran akan menghasilkan suatu tingkat harga tertentu yang stabil. Pada tingkat harga tersebut, kuantitas barang yang diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan tingkat harga lainnya akana mengakibatkan disekuilibrium (ketidak seimbangan pasar), dan bersifat labil (mudah sekali berubah karena tariktarikan berbagai faktor).
Secara grafis dapat digambarkan sbb : Gambar 3.3. Titik Keseimbangan (Ekuilibrium)












Jika Hek < H, akan mengakibatkan Qs > Qd atau excess supply (kelebihan suplai barang), yang akan menekan harga ke bawah.
Jika Hek > H, akan mengakibatkan Qs < Qd atau excess demand (kelebihan jumlah barang yang diminta), yang akan mendorong harga barang jadi menaik.
Keadaan akan stabil pada saat Hek = H, karena Qs = Qd (jumlah barang yang ditawarkan produsen sama dengan jumlah barang yang dikehendaki konsumen pada harga tersebut).
Contoh Soal :
Terdapat 10.000 individu yang identik dalam pasar untuk komoditi A, masing-masing dengan fungsi permintaan : Yd = 12-2PA dan 1.000 produsen komoditi A yang identik, masing-masing dengan fungsi penawaran : Ys = 20PA.
Pertanyaan :
a. Carilah fungsi permintaan pasar & fungsi penawaran pasar untuk komoditi A
b. Buatlah skedul permintaan pasar dan penawaran pasar untuk komoditi A dan cari titik ekuilibriumnya serta buat gambar kurva permintaan dan penawaran
c. Secara matematis carilah harga dan jumlah ekuilibrium
Jawaban :
a. Fungsi permintaan pasar & fungsi penawaran pasar untuk komoditi A :
Yd = 10.000 (12-2PA)
Yd = 120.000 - 20.000PA
Ys = 1.000 (20PA)
Ys = 20.000PA

b. Skedul permintaan pasar dan penawaran pasar untuk komoditi A dan cari titik ekuilibriumnya :

A
Yd
Ys
6
0
120.000
5
20.000
100.000
4
40.000
Text Box: T. Ekuilibrium80.000
3
60.000
60.000
2
80.000
40.000
1
100.000
20.000
0
120.000
0























c. Harga dan jumlah ekuilibrium secara matematik :
    Demand = Supply atau Supply = Demand
             Yd = Ys  atau Ys = Yd
                          20.000PA = 120.000 - 20.000PA
                          40.000PA = 120.000 40.000
                                     PA = 3 (harga keseimbangan)

Yd = 120.000 - 20.000PA
Yd = 120.000 - 20.000(3)
Yd = 60.000 unit

Ys = 20.000PA
Ys = 20.000 (3)
Ys = 60.000 unit 




BAB IV  ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN  

Tujuan Instruksional Umum (TIU):Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat mengukur tingkat elastisitas permintaan dan penawaran, menganalisis dan menjelaskan keterkaitan elastisitas dengan keadaan yang sebenarnya
Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menghitung koefisien elastisitas dan mampu membaca arti dari nilai koefisien elastisitas serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub Pembahasan :
 Pengertian elastisitas permintaan 
 Jenis-jenis elastisitas permintaan 
 Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan
 Pengertian elastisitas penawaran 
 Jenis-jenis elastisitas penawaran 
 Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran

DERAJAT KEPEKAAN PERMINTAAN (ELASTISITAS PERMINTAAN)
Pengertian Elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabel yang mempengaruhinya. 

JENIS-JENIS ELASTISITAS PERMINTAAN
1. Elastisitas Harga (barang sendiri) atau lengkapnya elastisitas harga dari permintaan atau elastisitas permintaan terhadap harga. 
Elastisitas Harga yaitu suatu konsep yang dimaksudkan untuk mengukur derajaat perubahan kuantitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan harga barang tersebut.
Macam Elastisitas Harga :
a. Elastisitas Titik (Point Elasticity)
Secara matematis sbb :









dimana :
EHx : elastisitas (titik) harga dari permintaan barang X
∆X : perubahan jumlah barang yang diminta
∆Hx : perubahan harga barang X
X : jumlah barang yang diminta
Hx : Harga barang X
EHx < 1 : tak elastis
EHx = 1 : unitary
EHx > 1 : elastis

b. Elastisitas busur (arc elasticity)
Secara matematis sbb :







dimana :
Hx1 : harga barang semula
Hx2 : harga barang setelah berubah
X1 : jumlah barang semula
X2 : jumlah barang setelah berubah
Secara grafis sbb :
Gambar 4.1. Kurva Elastisitas Barang












2. Elastistas Harga Silang 
Elastisitas harga silang yaitu merupakan derajat kepekaan permintaan barang X terhadap perubahan harga barang lain.
Secara matematis sbb :









dimana :
Hy : Harga barang lain
∆Hy : perubahan harga barang lain.
Ada tiga macam hubungan antara barang X dengan barang lain:
1). EHx < 0 : hubungan komplementer
2). EHx > 0 : hubungan substitusi
3). EHx = 0 : hubungan netral
3. Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan yaitu merupakan derajat kepekaan permintaan barang X terhadap perubahan pendapatan atau anggaran belanja konsumen.
Secara matematis elastisitas titik pendapatan sbb









dimana :
∆M : perubahan pendapatan konsumen
M : Pendapatan konsumen
Sedang elastisitas busur pendapatan sbb :
bila Ep > 0 : barang normal
bila Ep < 0 : barang inferior
bila Ep < 1 : barang-barang kebutuhan pokok
bila Ep > 1 : barang-barang tidak pokok (barang mewah) 

Faktor Penentu Elastisitas Permintaan 
Ada beberapa faktor yang menimbulkan perbedaan dalam elasisitas permintaan berbagai barang, yaitu :
a. Banyaknya Barang Penganti yang Tersedia Bila suatu barang mempunyai banyak barang pengganti,permintaan cenderung untuk bersifat elastis. Perubahan harga yang kecil saja akan menimbulkan perubahan yang besar terhadap permintaan. Permintaan terhadap barang yang tidak banyak mempunyai barang pengganti adalah bersifat tidak elastik, karena :
1) Jika harga naik para pembeli sukar memperoleh barang pengganti, sehingga permintaan tidak banyak berkurang
2) Jika harga turun permintaannya tidak banyak bertambah, karena tidak banyak tambahan pembeli yang pindah dari membeli barang yang bersaingan dengannya. ”Semakin banyak jenis barang pengganti terhadap suatu barang, semakin elastis sifat permintaannya”
b. Persentasi Pendapatan yang Dibelanjakan
Besarnya bagian pendapatan yang digunakan untuk membeli suatu barang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan terhadap barang tersebut. ”Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suaru barang, semakin elastis permintaan akan barang tersebut”
c. Jangka Waktu Analisis
Lamanya pengamatan terhadap perubahan harga barang berpengaruh terhadap elastisitas ”Semakin lama jangka waktu yang digunakan analisis terhadap permintaan, semakin elastis permintaan akan barang tersebut”
Manfaat dari Menaksir Elastisitas Permintaan
- Bagi Perusahaan, faktor tersebut dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan penjualan
- Bagi Pemerintah, dapat menjadi alat untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan
DERAJAT KEPEKAAN PENAWARAN (ELASTISITAS PENAWARAN) 
Pengertian Elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi penawaran terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabel yang mempengaruhinya. Atau mengukur responsip penawaran sebagai akibat perubaan harga. Koefisien Elastis Penawaran, dihitung dengan menggunakan rumus :
         Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan
Es = ----------------------------------------------------------------------
         Persentase perubahan harga
Faktor Penentu Elastisitas Penawaran 
Dua faktor yang peting dalam menentukan elasisitas penawaran berbagai barang, yaitu :
a. Sifat Perubahan Biaya Produksi Penawaran akan tidak bersifat elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Bila biaya tambahan yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi, penawaran akan bersifat elastis.
b. Jangka Waktu Analisis Dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran, dibedakan atas 3 jenis jangka waktu, yaitu :
1) Masa sangat singkat, yaitu : masa waktu dimana para penjual tidak dapat merubah penawarannya (penawaran bersifat tidak elastis sempurna).
2) Jangka Pendek, dimana kapasitas alat-alat produksi yang ada tidak dapat ditambah, kenaikan produksi dilakukan dengan cara menggunakan faktor-faktor produksi secaa lebih intensif. (penawaran bersifat tidak elastis)
3) Jangka Panjang, produksi dan jumlah barang yang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah dalam jangka panjang (penawaran bersifat elastis)

Jumat, 18 November 2011

Nama-nama mhs penerima beasiswa PPA tambahan 2011 Prodi Pend. Ekonomi STKIP BIMA

1. Sri Rahmiyati semester III kelas H
2. Suci Ramadhan semester III kelas I
3. Aisyah Fitriah semester III kelas D
4. Mabran semester III kelas B